Tersulut Amarah Saat Berpuasa, Batalkah Ibadah Kita?

Ramadan

Tersulut Amarah Saat Berpuasa, Batalkah Ibadah Kita?

Salah satu anjuran yang sangat digencarkan saat umat Muslim mulai melaksanakan ibadah puasa Ramadhan adalah menahan amarah. Hal ini sudah sangat lama kita mendengarnya. Amarah yang terlepas dan tak tertahankan sering kali dianggap sebagai salah satu hal yang membatalkan puasa. Namun, benarkah itu?

Sejatinya, ibadah puasa mewajibkan kita untuk menahan rasa haus, lapar, dan juga hawa nafsu dunia. Namun, jika dikaitkan dengan munculnya amarah, tentu saja hal ini tidak ada hubungannya. Amarah merupakan perasaan bersifat emosional yang bahkan tanpa kita inginkan hadir begitu saja akibat sesuatu hal. Bedanya, setiap orang memiliki kemampuan tersendiri dalam menahan amarah tersebut.

Hal inilah yang sejatinya dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Dalam suatu hadist beliau pernah bersabda,

“Puasa adalah membentengi diri, maka bila salah seorang kamu di hari ia berpuasa janganlah berkata kotor dan jangan teriak-teriak, dan jika seseorang memakinya atau mengajaknya bertengkar hendaklah ia mengatakan “Sesungguhnya aku sedang berpuasa,” HR. Bukhari 1904 & Muslim 1151.

Sesuai dengan hadist di atas, amarah yang timbul saat kita tengah berpuasa tidaklah membatalkan ibadah tersebut sedikit pun. Namun, sebaiknya kita dapat menahan hawa nafsu untuk melampiaskan perasaan tersebut. Ini sejatinya merupakan ujian bagi mereka yang bertaqwa pada Allah, sehingga kelak jika kita dapat melewatinya maka Allah akan mengganjar pahala.

Back To Top