Tak Sekedar Menahan Haus dan Lapar Saja, Ini Hakikat Puasa

Ramadan

Tak Sekedar Menahan Haus dan Lapar Saja, Ini Hakikat Puasa

Pernahkah Kawan mendengar tentang hakikatnya puasa adalah untuk menahan diri dari belenggu hawa nafsu? Ya, sejatinya hal tersebut bukan hanya sekedar untaian kalimat saja lho. Ada makna yang begitu dalam dan sudah sepatutnya dapat kita ikuti karena hal tersebut adalah perintah Allah SWT. Rasulullah Muhammad SAW dalam sebuah percakapan dengan sahabat Jabir bin Abdullah Al – Anshari bahkan pernah bersabda yang berbunyi,

”Jabir, ini adalah bulan Ramadhan. Barangsiapa yang berpuasa di siang harinya dan tetap sadar serta ingat kepada Allah di malam harinya, menjaga perutnya dari apa yang diharamkan, dan menjaga kehormatannya dari kekotoran, serta menahan lidahnya, maka ia akan terlepas dari dosa-dosa seperti lepasnya bulan Ramadhan dari dia.”

Hadist di atas sejatinya menjelaskan tentang tujuan ibadah puasa yang sebenarnya. Ya, puasa bukanlah sekedar menahan haus dan lapar di siang hari saja. Ibadah ini memungkinkan kita untuk dapat menahan segala niat dan hasrat yang menjerumuskan kita dalam melakukan perbuatan tiada guna. Puasa yang baik tidak membuat orang merasa terkekang lantas ia menikmati kebebasan setelah berbuka.

Sesungguhnya bagi mereka yang menjalankan puasa atas dasar menunaikan kewajiban saja tidaklah mendapat apa – apa kecuali rasa haus dan lapar. Ibadah ini jika dilakukan dengan niat yang benar mampu menjauhkan diri kita dari perasaan hanyut dalam kesenangan dunia semata. Oleh karena itu, sudah sepatutnya bagi kita untuk dapat meluruskan niat puasa yang sebenarnya.

Hal ini semata – mata agar Allah SWT melimpahkan pahala yang berlipat ganda.

Back To Top