Kemanusiaan

Mengenal Sifat Ghadab dan Alasan Mengapa Begitu Merugikan

Sebagai umat Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tentu kita dianjurkan untuk dapat mengikuti segala sifat dan tauladannya. Namun, hal ini tentu akan sangat sulit dilakukan bagi mereka yang kerap kali diliputi perasaan ghadab. Dalam kehidupan sehari – hari, ghadab dikenal juga dengan sifat seseorang yang mudah tersulut amarah.

Biasanya, mereka yang hidup dengan memelihara sifat ini kerap kali terjerumus dalam permasalahan akibat dari kebiasaannya yang selalu mengedepankan emosi ketimbang lapang dada. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umatnya untuk dapat menghindari sifat buruk ini. Dalam suatu hadist, beliau diketahui pernah bersabda:

“Dari Abi Hurairah r.a: Bahwa seorang laki-laki telah berkata kepada nabi saw. Berilah aku nasehat, janganlah engkau jadi pemarah, laki-laki itu kembali berkata lagi beberapa kali, dan nabi saw bersabda: “Janganlah engkau jadi pemarah!” (H.R. Bukhari)

Bahkan, menjadi pemarah pun tidaklah mengisyaratkan bahwa orang tersebut tergolong dalam orang yang kuat. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Orang yang kuat itu bukanlah orang yang menang berkelahi, tetapi orang kuat ialah yang dapat menguasai dirinya ketika sedang marah.” (H.R. Bukhari)

Dari ke dua hadist di atas dapat kita ketahui bahwasanya ghadab bukanlah suatu akhlak yang baik. Menjadi pemarah tak memberi sedikit pun keutamaan dalam diri dan hidup kita. Justru, sifat ini dapat menjerumuskan kita pada dampak yang negatif. Selain dibenci oleh Allah SWT, orang yang hidup dengan sifat ghadab akan mudah mendapat bujuk rayu setan.

Hal ini tentu saja dikhawatirkan dapat membuat ia mudah menimbulkan masalah sekaligus mendatangkan kerusakan. Naudzubillah min dzalik.

Related Articles

Back to top button