Menahan Diri Saat Berpuasa Mampu Tanamkan Nilai Kemanusiaan di Hati Kita

Kemanusiaan

Menahan Diri Saat Berpuasa Mampu Tanamkan Nilai Kemanusiaan di Hati Kita

Hanya tinggal hitungan hari saja ibadah puasa Ramadhan segera dimulai. Untuk menyambut momen spesial ini banyak hal yang dipersiapkan oleh umat Muslim terutama terkait kesehatan fisik dan mental. Puasa secara bahasa memiliki pengertian ‘menahan’. Sementara menurut syara’ puasa bertujuan untuk menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkannya.

Terdapat banyak hal yang tergolong ke dalam sesuatu yang membatalkan puasa. Beberapa di antaranya adalah makan, minum, hingga menyalurkan secara sengaja hasrat seksual yang ada. Namun, di samping itu semua sesungguhnya kewajiban ibadah ini menuntun kita untuk dapat menjaga nilai – nilai kemanusiaan antar sesama manusia, terutama umat Muslim.

Tepat sekali, tujuan dari ‘menahan diri’ sebenarnya dapat menanamkan nilai dalam batin kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Bahkan baik tidaknya nilai puasa seseorang sejatinya didasari atas niat yang melatar – belakanginya. Terkait hal ini alam suatu hadist Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda,

Sesungguhnya semua perbuatan ibadah harus dengan niat, dan setiap orang tergantung kepada niatnya …” (Hadist Riwayat al-Bukhari, Kitab al-Iman)

Hadist di atas mendukung tujuan dari pelaksanaan ibadah puasa dimana kita diwajibkan untuk dapat menahan diri dari segala perbuatan yang merusak nilai kemanusiaan. Demi tercapainya tujuan tersebut, puasa hendaknya tak hanya dilakukan untuk menahan rasa haus, lapar dan juga dorongan syahwat saja. Puasa yang dilakukan dengan tujuan baik sejatinya mampu menghindari kita dari perilaku buruk.

Berdusta, ghibah, mengadu domba, serta melakukan sumpah palsu adalah beberapa hal yang dapat merusak nilai kemanusiaan dalam berpuasa. Sesungguhnya ibadah kita hanya akan sia – sia saja. Allah SWT tak akan memberkahi orang yang berpuasa tanpa memerdulikan tujuan yang sebenarnya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya bagi kita untuk dapat memanfaatkan momen Ramadhan sebagai sarana memperbaiki diri sekaligus hubungan dengan orang lain.

Back To Top